Fatamorgana

Pernah kurasakan jalan yg begitu sejuk, bahagia, dikala diri ini sendiri…
Tak ada pundak untuk bersandar hanya ada lantai untuk bersujud…
Ketenangan yang kurasa, kekhawatiran tak dapat menjaga amanah, ketakutan akan godaan, itu dapat kujalani…
Suatu ketika setelah ku bersujud, ku melihat sosok yg memancar dihadapanku, hati yg tiba2 berdegup kencang dng penuh pertanyaan ada apa denganku ini…
Waktu terus berlalu sejak saat itu sosok itu terus bermunculan dihadapanku, semula tak pernah kutahu keberadaannya tp kini ia slalu muncul dihadapanku..
Aku yg lemah ini menjadi iri melihat yg lain ada pundak untuk bersandar.. ahh andai saja ada pundak untukku juga, aku yg saat itu sedang lemah sangat menginginkan adanya pundak disebelahku.. maunyaku mendapatkan pundak yang diridhoiNya, maunyaku mendapatkan pundak sesuai dg ilmu yg pnh kudapat. Sblm itu aku senang berada di sekumpulan org yg senang saling mengingatkan satu sama lain, saling berbagi, belajar dan terus belajar sampai suatu ketika kudapati salah seorang dr kumpulan itu terjatuh ke dalam kubangan besar. Kecewa yg aku rasa saat itu, orang yg kujadikan panutan tp gagal memberi contoh padaku. Jadilah aku menjadi sosok yang tak membatasi rasa2 penasaran mengenai apa saja, mencari tahu semua yang aku mau tahu, memuaskan segala rasa keingintahuanku, mengabaikan segala “rasa takut”. Ditambah ada sosok yg menemani dalam memenuhi segala rasa ingin tahuku.. namun secara sadar aku pun mencoba untuk tetap mencoba berada di jalur yang benar, walau diawal pun sbnrnya aku ragu jalan itu adalah jalan yg benar.. tp dng meyakinkan diri aku tetap mengambil jln itu dan berharap itu adalah benar.. dan ternyata aku terbuai di alam bawah sadarku, apa yg aku lihat, apa yg ingin kurasakan dan yakin akan itu adalah jalan yg benar ternyata hanya sebuah fatamorgana..
Yang ada membuat qalbu menjadi kacau, permasalahan datang bertubi2..
Serasa ada tamparan yg membangunkan aku untuk segera bangun dr fatamorgana itu..
Sejenak ku heningkan keadaan, menocoba berpikir jernih dan kuambil keputusan untuk membakar kapalku yg sudah kudapatkan..tak ada rencana tak ada persiapan yg kubawa hanya rasa takut padaNya
Aku hanya ingin kembali merasakan sejuknya pada saat bersujud..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s