Keluarga Kambing Sinema Wajah Indonesia

Film ini baru saja ditayangkan di SCTV, alur film ini seperti sebuah novel yang pernah saya baca karangan Sidney Sheldon saya larut didalamnya sampai detik akhir cerita namun ending di cerita ini ada kejutan yang tidak terpikirkan sebelumnya karna sudah hanyut dengan cerita di awal.
Begini ceritanya…

Ada seorang mahasiswi yang sedang melakukan peneletian untuk skripsi di sebuah desa. Desa apa aku nggak ngeh dimana tp mereka berbahasa sunda.
Mulailah dia melakukan penelitian dengan wawancara satu persatu warga mulai dari perangkat desa sampai warganyanya. Seorang pemuda karang taruna menceritakan bahwa desa ini adalah desa yang kaya istilahnya “gemah ripah loh jinawi”. Setelah wawancara dengan pemuda itu dia wawancara oleh warga2 lain. Tapi keterangan warga2 disana sangat berbeda dng keterangan dari pemuda itu. Mereka menerangkan bahwa desa ini adalah desa kutukan, gagal panen, dililit hutang, keluarga semua miskin. Singkat cerita banyak warga yang berhutang, kejadian ini berawal dari kenaikan harga2 pupuk dan bahan pokok lainnya dan terjadilah seperti ini desa kutukan.
Tak terima mahasiswi ini menanyakan kepada sang pemuda apa yang dia jelaskan sangat berbeda dengan yang ia katakan. Sang pemuda menjelaskan memang benar dulu desa ini adalah desa yang kaya dan makmur tp ya itu sejak pemerintah menaikkan harga2 semua berantakan panen gagal, terlibat hutang dengan rentenir dan menjadi miskin. Tp mereka hanya mengeluh dan mengeluh buat saya tidak ada yang perlu dikeluhkan buat saya desa ini tetap kaya.

Berbicara soal hutang teringat cerita dr salah satu dosenku di kampus pariwisata itu. Beliau ikut andil dalam usaha pembentukan wisata pulau komodo, tidak mudah proses ini, selain melibatkan pakar pariwisata proses ini melibatkan juga para ilmuan lainnya seperti geologi, sosiolgi dll yang sudah melakukan penelitian bertahun2 disana untuk mengetahui kebiasaan, adat isitiadat warga disana. Ternyata kebiasaan mereka adalah berhutang. Dan saling berhutang. Warga yang punya hutang terbanyak adalah warga terkaya karna mereka memiliki apapu dr hutang tersebut, sedangkan warga yang tidak ingin berhutang mereka disebut warga miskin karena tidak memiliki apa2. Mungkin ini yang membuat Indonesia belum merdeka seutuhnya.

Lanjut ke cerita film lagi yaa…
Lalu Ada satu keluarga akibat terlilit hutang, dia terusir dari rumahnya, tidak punya pekerjaan sang suami mengajak keluarganya pindah ke musholla dan tinggal di tempat penyimpanan keranda mayat. Tapi tak tahan lama akhirnya sang suami mencari jalan keluar dng meminta bantuan ke pak RT, dan sang pemuda. Akhirnya mereka menghadap ke rentenir yang sudah mengambil rumahnya meminta belas kasih agar dia bisa kembali ke rumahnya debat sana debat sini, oh iya pesan dari perdebatan ini dr sang rentenir adalah janganlah berhutang inilah akibatnya kesusahan akan terus datang seperti negara ini. Tapi ia tetap menyuruh si bapak untuk kembali berhutang karna bisnis adalah bisnis. Karna si bapak tidak punya jaminan lagi akhirnya sang rentenir berbelas kasih dengan meminjamkan kandang kambingnya untuk tinggal. Akhirnya keluarga itu tinggal di kandang kambing itu.

Tersebarlah berita ini bahwa keluarga si bapak sebut saja Japri tinggal di kandang kambing. Tapi ya inilah Indonesia sesusah apapun tapi rasa sosial tetap dijunjung tinggi. Seluruh warga setempat memberikan sumbangan kepada keluarga Japri yang telah mendapat julukan keluarga kambing. Lalu sang pemuda karang taruna itu menyarankan kepada mahasiswi untuk coba memberitahu kepada teman media untuk meliput cerita ini bahwa keluarga kambing ini benar2 ada di Indonesia. Diikutilah sarannya dan meluaslah berita ini di media cetak, tv. Muncullah usaha peduli dr masyarakat luas untuk menyumbang keluarga kambing ini. Dan hasil sumbangan itu mencapai angka 500jt. Akhirnya kembalilah keluarga kambing itu (red-keluarga japri) ke rumah miliknya dulu dan membeli kandang kambing itu. Sungguh rasa sosial yang sangat tinggi.

Dan ini dia ending yang mencengangkan.
Mahasiswi lulus dng skripsi terbaik, namun…
Di lain cerita berkumpulah kembali sang rentenir, pak rt, sang pemuda dan japri. Mereka menyanyikan lagu “tapi buka dulu topengmu, buka dulu topengmu biar kulihat wajahmu, kulihat wajahmu” jadi cerita dibuat sengaja skenario terselubung agar mendapat uang. Jd keluarga kambing itu adalah skenario yang mereka buat kpd sang mahasiswi. Astagfirulloh sontak kata yang keluar dr mulutku di akhir film ini. Tapi ya inilah keadaan nyata wajah Indonesia.
Semoga masih banyak orang yang menjunjung tinggi kejujuran selain rasa sosial.

2 Comments Add yours

  1. hendra sukma wijaya says:

    Bagus banget film nya.
    Menyentuh hati.

  2. Sbenernya bagus film ini.. Ada kepedulian terhadap orng orang yang kurang mampu …. Tapi orang orang kurang mampu pun jga seharusnya ada usaha untuk bangkit dari keterpurukan dan tidak mengandalkan sumbangan dari orang lain ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s